Pavel Nevded, Sosok Di Hari Minggu Yang Hidup Jauh Dari Kemewahan Dunia

Kalau bicara mengenai sosok istimewa yang melegenda di tim Juventus sekaligus Lazio, tentunya, hal ini tidak pernah terlepas dari adanya kehidupannya yang terbilang sangat berbeda dengan pemain lainnya. Mengapa demikian? Pasalnya, sosok Pavel Nevded yang dalam hal ini merupakan sosok istimewa di hari minggu ini ternyata memiliki kehidupan yang sederhana dengan kebiasaan yang juga terbilang jauh dari kata sosok bintang sepak bola ternama. Ketika para pemain sepak bola di luar sana berlomba-lomba dalam kemewahan namun sosok Pavel Nevded justru hidup dalam kesederhanaan. Namun, itulah kenyataannya dan hal itulah yang diajarkan oleh ayahnya.

 mengenang legenda pavel nevded

 

Pada hari minggu tiba, maka sosok Pavel Nevded akan menjadi seorang bintang yang selama 90 menit akan bermain untuk Calcio yang merupakan seria A Italia. Namun, setelah 90 menit berlalu, dia akan menjadi sosok orang biasa, di mana dia akan kembali pada kehidupan sederhananya. Hal yang demikian ini dilakukannya semenjak masa mudanya yang pada saat itu Cekoslovakia sedang dalam keadaan konflik berkepanjangan. Sedangkan mencuatnya sosok Pavel Nevded di hari minggu tersebut dikarenakan oleh janji dari pelatih Lazio, Mino Raiola yang menjanjikan ingin memboyong sosok yang berbakat di lapangan dan jatuhlah pada Pavel Nevded.

 

Kelihaian Nevded dalam bermain bola terlihat sejak usia 5 tahun yang setelah beranjak dewasa Nevded yang dinobatkan menjadi sosok pemain bola internasional tersebut tidak diperkenankan meninggalkan negaranya untuk bermain secara internasional sebelum usia 32 tahun. Hal tersebut tidak menghentikan langkah sosok Pavel Nevded untuk terus belajar. Namun hal itu, ternyata bisa dipatahkan dengan robohnya tembok Berlin yang membuat Nevded yang berusia 23 tahun bisa melanjutkan karirnya hingga ke kancah internasional dengan bergabung pada serie A Italia. Dalam karirnya yang masih awal, dia meraih tiga gelar yaitu sebuah gelar Cekoslovakia 1992/1993, dua gelar Liga Ceko pada 1993/1994 serta 1994/1995.

 

Selanjutnya karir sepak bolanya yang pada tahun 1996 hingga 2001 telah banyak menuai kemenangan di mana dari total 138 pertandingan yang dia ikuti, 33 goal berhasil dia sumbangkan untuk Lazio. Bahkan, sosok Pavel Nevded juga berhasil meraih tujuh gelar untuk Gli Aquilotti dengan sebuah gelar Scudetto 1999/2000. Sayangnya, tim yang membesarkan namanya mengalami krisis keuangan, sehingga sosok Pavel Nevded dijual ke Juventus dengan nominal mencapai €41 juta. Selanjutnya bersama Juventus, Nevded kembali menjadi perhatian dunia dengan sosoknya yang disegani oleh kawan dan lawan.

 

Meskipun peranan sosok Pavel Nevded di tim Juventus sebagai pengganti Zinedine Zidane sempat mengalami kesulitan dengan hanya mencetak satu goal saja, namun dirinya sempat menyabet Scudetto saat itu. Selanjutnya, di tahun berikutnya, dia mulai menampakkan kelihaiannya bermain bola dengan total pertandingan 45 kali, dia mampu mencetak goal sebanyak 14 kali hingga akhirnya Juventus lolos untuk melaju ke final liga Champions Eropa. Karirnya di Juventus berakhir di 31 Mei 2009 yang mana dia mendapatkan penghormatan yang menakjubkan dari semua orang.